Cara Mudah Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 – Norma

Batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi sudah semakin dekat. Semoga sampeyan yang karyawan sudah beres dengan pengisian SPT 1770 S dan 1770 SS. Sekarang saatnya bagi sampeyan yang kerjanya ndak ikut orang, alias punya usaha sendiri, untuk mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

Biar ndak terlalu panjang, saya tulis petunjuk pengisian untuk yang pake norma penghitungan penghasilan netto dulu. Sampeyan boleh menggunakan metode ini dengan syarat sampeyan adalah Wajib Pajak Orang Pribadi (alias bukan perusahaan) dengan omset setahun di bawah 1,8 milyar. Dengan metode ini sampeyan cukup mencatat berapa jumlah penjualan bruto selama satu tahun.

Dan inilah langkah pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 untuk Wajib Pajak yang memilih menggunakan norma penghitungan penghasilan netto :

  1. Mengisi rincian peredaran usaha alias omset selama satu tahun

    Berdasarkan catatan yang sampeyan miliki silakan diisi jumlah omset per bulan.

    rekapitulasi omset

    rekapitulasi omset

  2. Mengisi Formulir 1770 – IV

    Ini adalah halaman terakhir dari formulir SPT Tahunan 1770. Seperti biasa, kita mengisi dari halaman terakhir dulu. Halaman ini terdiri dari 3 bagian :

    1. Harta Pada Akhir Tahun

      Silakan isi daftar harta sampeyan di kolom ini. Yang perlu sampeyan perhatikan, nilai yang ditulis adalah harga perolehan, alias harga yang sampeyan bayar saat dulu pertama kali membelinya, bukan harga pasar.

      Daftar Harta

      Daftar Harta

    2. Kewajiban/Utang Pada Akhir Tahun

      Monggo sampeyan isi dengan saldo hutang pada akhir tahun.

      Daftar Hutang

      Daftar Hutang

    3. Daftar Susunan Anggota Keluarga

      Silakan diisi daftar nama anggota keluarga yang menjadi tanggungan sampeyan.

      Daftar Anggota Keluarga

      Daftar Anggota Keluarga

  3. Mengisi Formulir 1770 – III

    Kita maju satu halaman. Pada halaman ini terdapat tiga bagian :

    1. Penghasilan yang Dikenakan PPh Final / Bersifat Final

      PPh Final

      PPh Final

    2. Penghasilan yang Tidak Termasuk Objek Pajak

      Bukan Objek PPh

      Bukan Objek PPh

    3. Penghasilan Istri yang Dikenakan Pajak Secara Terpisah

      Ini diisi apabila istri sampeyan punya penghasilan dan milih untuk laporan pajak sendiri.

      Istri melapor pajak secara terpisah

      Istri melapor pajak secara terpisah

  4. Siapkan bukti pemotongan pajak dari pihak ketiga

    Bukti potong dari pihak ketiga bisa berupa bukti potong PPh Pasal 21, 22, atau 23. Dalam contoh ini misalnya ada bukti pungut PPh Pasal 22 dari bendaharawan pemerintah.

    Bukti Pungut PPh Pasal 22

    Bukti Pungut PPh Pasal 22

    Sampeyan perlu menyiapkan bukti-bukti tersebut untuk mengisi formulir 1770 – II

  5. Mengisi Formulir 1770 – II

    Silakan sampeyan isikan daftar pajak yang sudah dipotong pihak lain.

    Daftar Bukti Potong/Pungut

    Daftar Bukti Potong/Pungut

    Jangan lupa dihitung total jumlahnya di kolom 7 bagian bawah.

    Jumlah Pajak yang Dipotong/Dipungut

    Jumlah Pajak yang Dipotong/Dipungut

  6. Mengisi Formulir 1770 – I halaman 2

    Formulir ini terdiri dari tiga bagian :

    1. Penghasilan Neto Dalam Negeri Dari Usaha dan/atau Pekerjaan Bebas

      Monggo sampeyan isi dengan jumlah rekapan omset yang sudah sampeyan hitung di langkah pertama.

      Penghitungan Penghasilan Neto

      Penghitungan Penghasilan Neto

    2. Penghasilan Neto Dalam Negeri Sehubungan dengan Pekerjaan

      Ini diisi apabila ternyata di samping buka usaha sendiri ternyata sampeyan juga kerja ikut orang.

      Penghasilan Dari Pekerjaan

      Penghasilan Dari Pekerjaan

    3. Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya (selain yang sudah dikenakan PPh Final)

      Penghasilan Lainnya

      Penghasilan Lainnya

  7. Mengisi Formulir 1770 – I halaman 1

    Bagi sampeyan yang bertanya-tanya kenapa pada poin 6 tadi saya langsung ke huruf B, inilah jawabannya : karena huruf A terletak di halaman 1, dan tidak perlu diisi. Karena huruf A adalah rekap penghasilan neto dari Wajib Pajak yang memakai pembukuan.

    untuk yang melakukan pembukuan

    untuk yang melakukan pembukuan

  8. Mengisi Formulir Induk 1770

    Ini adalah rekapan dari yang sudah kita hitung dari poin 1-6. Misalnya penghasilan neto (angka 1) adalah pindahan dari poin 6 huruf B, PPh dipotong pihak lain (angka 15) adalah pindahan dari poin 5.

    1770 Induk A-B

    1770 Induk A-B

    1770 Induk C-G

    1770 Induk C-G

    Beberapa hal yang perlu sampeyan perhatikan di sini adalah :

    1. Penghasilan Tidak Kena Pajak

      Berikut ini daftarnya :

      Wajib Pajak Tidak Kawin

      Kode

      Jumlah

      Tanpa tanggungan

      TK/0

      Rp 15.840.000

      Tanggungan 1 orang

      TK/1

      Rp 17.160.000

      Tanggungan 2 orang

      TK/2

      Rp 18.480.000

      Tanggungan 3 orang

      TK/3

      Rp 19.800.000

      Wajib Pajak Kawin

      Kode

      Jumlah

      Tanpa tanggungan

      K/0

      Rp 17.160.000

      Tanggungan 1 orang

      K/1

      Rp 18.480.000

      Tanggungan 2 orang

      K/2

      Rp 19.800.000

      Tanggungan 3 orang

      K/3

      Rp 21.120.000

    2. Tarif Pajak (Pasal 17 Undang-undang PPh)

      Lapisan Penghasilan

      Tarif

      ≤ Rp 50.000.000

      5%

      Rp 50.000.000 < s.d ≤ Rp 250.000.000

      15%

      Rp 250.000.000 < s.d ≤ Rp 500.000.000

      25%

      Rp 500.000.000 <

      30%

    3. PPh yang dibayar sendiri (angka 17 huruf a) adalah jumlah angsuran PPh Pasal 25 yang sudah sampeyan setor selama 1 tahun.
  9. Menyetor PPh Kurang Bayar

    Ingat, menyetor pajak bukan di kantor pajak tapi di Kantor Pos atau Bank yang ditunjuk.

    SSP PPh Pasal 29

    SSP PPh Pasal 29

  10. Melengkapi Lampiran

    Daftar Lampiran

    Daftar Lampiran

    Lampiran yang diperlukan bisa sampeyan liat di formulir induk 1770 S huruf G, antara lain :

    1. Surat Setoran Pajak (Lembar ketiga)
    2. Rekapitulasi omset (seperti di poin 1)
    3. Bukti Potong/Pungut (lihat poin 4)
    4. Surat pemberitahuan penggunaan norma penghitungan, apabila sampeyan tahun depan masih ingin melaporkan SPT Tahunan dengan metode ini.

      pemberitahuan penggunaan norma

      pemberitahuan penggunaan norma

  11. Melaporkan SPT PPh ke Kantor Pajak

    Silakan diperiksa lagi SPT sampeyan, setelah itu monggo kalo mau datang langsung ke kantor pajak, atau bisa juga sampeyan serahkan di lokasi drop box terdekat, atau melalui jasa kurir.

Semoga ndak nambah mumet. Formulir 1770 bisa sampeyan download di sini, sedangkan surat pemberitahuan penggunaan norma ada di sini.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Belajar Pajak dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Cara Mudah Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 – Norma

  1. Fika Rahmaini berkata:

    Makasih Banget Informasinya pak,.. Lengkap banget,…

  2. wina berkata:

    Bagian A Lampiran I hal 1 bukannya harus diisi ya? Jika dia buka usaha, dan ada aktivitas bisnisnya yang mengharuskan koreksi fiskal

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s