Penerimaan Pajak di Bali Tembus Rp4 Triliun

DENPASAR – Realisasi penerimaan pajak yang dihimpun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali pada 2011 mencapai Rp4,089 triliun. Jumlah ini melebihi target yang dipatok sebesar Rp4,070 triliun sehingga targetnya terpenuhi 100,48 persen atau terjadi surplus 0,48 persen.

“Peningkatan penerimaan itu seiring meningkatnya tingkat kepatuhan wajib pajak (WP) di Bali,” ujar Kepala Kantor Wilayah DJP Bali Zulfikar Thahar saat menyampaikan proyeksi penerimaan pajak 2012 di Denpasar, Kamis (19/1/2012).

Dari standar kepatuhan WP yang ditetapkan sebesar 62,65 persen, pihaknya telah berhasil meningkatkan kepatuhan WP sebesar 63 persen. Dia menyebutkan, realisasi penerimaan pajak terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp2,604 triliun, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp0,67 triliun. Selain itu, Pajak Bumi Bangunan (PBB) mencapai Rp0,343 triliun, serta pajak lainnya (PL) sebesar Rp0,67 triliun.

Dengan capaian tersebut, pihaknya semakin optimistis untuk bisa meningkatkan penerimaan pajak di 2012. Keyakinan itu juga didasari pada pertumbuhan perekonomian di Bali yang cukup signifikan sebesar enam persen.

Zulfikar mencontohkan, geliat perekonomian Bali terlihat pada 2012 dengan proyek-proyek besar yang tengah dan akan berjalan. Proyek besar itu seperti pelebaran bandara Ngurah Rai, Bali dan rencana pertemuan internasional KTT APEC 2013, yang akan memberi kontribusi positif terhadap perekonomian dan penerimaan sektor pajak.

Sesuai rencana penerimaan pajak 2012, telah ditetapkan sebesar Rp1.030,2 triliun atau bisa berkontribusi 78,74 persen terhadap penerimaan negara sebesar Rp1.300,38 triliun. Dengan target penerimaan sebesar itu, maka Kanwil DJP Bali, akan lebih memfokuskan pada upaya perbaikan administrasi dan pengawasan. Selain itu, penegakan hukum di bidang perpajakan dan penyempurnaan sistem piutang pajak secara online.

“Sejak 1 Desember tahun lalu kami berlakukan whistleblowing system untuk menyempurnakan sistem pengendalian internal melalui peningkatan fungsi kepatuhan internal,” tegasnya.

Di pihak lain, meski terjadi peningkatan kepatuhan WP, namun tercatat ada lima WP dari kalangan pelaku usaha di Bali yang dinilai membandel sehingga harus cekal. Hanya saja, dia enggan memberikan informasi lebih spesifik detil kelima pengusaha yang telah diusulkan untuk pencekalan, karena bukan kewenanganya untuk menyebutkan nama-nama tersebut.

sumber : Okezone

Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s