Jenis SPT Tahunan Orang Pribadi

“Kamu bawa apa itu?” Tanya Kang Noyo sambil nunjuk gulungan kertas yang ada di tangan saya.

“Ini lho Kang, saya disuruh sama juragan nempel pengumuman dari kantor pajak, biar buruh-buruh yang di sini ndak pada salah masukin SPT. soale taun kemaren banyak yang ngeluh SPT-nya ditolak sama orang pajak.” Jawab saya sambil nggunting selotip buat nempel di papan pengumuman pabrik.

“Mosok sih pada ditolak? Punyaku kemaren lancar-lancar saja.” Kata Kang Noyo.

“Yo mungkin punya temen-temen ada yang salah Kang, atau kurang lengkap ngisi sama lampirannya.” Ujar saya sambil nempel pengumuman.

PENGUMUMAN

 

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 34/PJ/2009 tentang Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi beserta Petunjuk Pengisiannya, kami tegaskan hal-hal sebagai berikut :

  1. Formulir SPT 1770 digunakan oleh Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan :
    1. Dari usaha/pekerjaan bebas yang menyelenggarakan pembukuan atau Norma Penghitungan Penghasilan Netto
    2. Dari satu atau lebih pemberi kerja
    3. Yang dikenakan PPh Final dan/atau Bersifat Final
    4. Penghasilan lain

  2. Formulir SPT 1770 S digunakan oleh Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan :
    1. Dari satu atau lebih pemberi kerja
    2. Dari dalam negeri lainnya; dan/atau
    3. Yang dikenakan PPh Final dan/atau Bersifat Final*)

    *)termasuk dalam pengertian Bersifat final adalah penghasilan istri dari satu pemberi kerja yang telah dipotong PPh Pasal 21 oleh perusahaan.

  3. Formulir SPT 1770 SS digunakan oleh Wajib Pajak yang mempunyai penghasilan bruto dari pekerjaan tidak lebih dari Rp 60.000.000 setahun dan tidak mempunyai penghasilan lain kecuali bunga bank dan/atau bunga koperasi.

  4. Formulir yang harus dilampirkan adalah :
    1. Daftar keluarga (bisa berupa fotokopi kartu keluarga atau dibuat formulir tersendiri)
    2. Fotokopi bukti pemotongan Pajak Penghasilan (1721-A1)

  5. Amplop SPT untuk keperluan pelaporan ke drop box SPT Tahunan bisa menggunakan amplop sendiri dengan mencantumkan nama, NPWP, jenis SPT (Kurang Bayar/Nihil/Lebih Bayar), alamat, dan nomor telepon pada bagian luar amplop.

“Kok banyak bener pilihannya? Berarti aku make yang mana?” Tanya Kang Noyo.

Saya mesem, kebiasaan orang Indonesia adalah males mbaca, lebih suka nanya langsung. “Sampeyan baca dulu tho Kang, secara gampangnya kalo sampeyan penghasilannya cuma dari mburuh dengan bayaran setahun kotor ndak lebih dari 60 juta, sampeyan makenya formulir 1770 SS alias sangat sederhana, itu formulirnya cuma selembar.”

“Kalo bayaran sampeyan setahun lebih dari 60 juta, atau bayaran kurang dari 60 juta tapi istri sampeyan mburuh juga berarti sampeyan make formulir 1770 S, itu ada tiga lembar. Sedangkan kalo sampeyan punya penghasilan dari usaha sendiri alias sampeyan bukan buruh berarti laporan pajaknya make formulir 1770 yang berlembar-lembar.” Jelas saya.

“Tapi sampe sekarang aku kok masih blom dikirimi sama kantor pajak ya? Biasanya awal Januari sudah dapet.” Tanya Kang Noyo.

“Jiyan! Sampeyan ini ndak gawul tenan Kang, sekarang ini SPT Tahunan ndak dikirim, sampeyan harus ngambil sendiri.” Kata saya sambil balik ke ruangan.

“Eh, sik tho. Itu ngisi SPT caranya gimana? Aku sudah lupa!” Kang Noyo njawil saya.

“Jangan sekarang Kang mbahasnya, nanti saya diomeli juragan kalo ndak cepet mbalik.”

sumber : mas stein

Pos ini dipublikasikan di Belajar Pajak dan tag , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jenis SPT Tahunan Orang Pribadi

  1. cahlontong berkata:

    Cak noyo sampean enko nek teko pabrik ajarono opo kandanono konco2 sampean, enko nak sampean tambah pinter tur oleh ganjaran tur iso luwih cidek ambek mbak sri sopo weruh oleh traktiran bakso…wkqkqkqk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s