Suporter Sepakbola di Mesir Bentrok, 73 Orang Tewas

Kairo – Sedikitnya 73 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka saat kerusuhan antar pendukung tim sepakbola terjadi di Mesir. Kejadian ini semakin menambah daftar panjang insiden berdarah di negeri piramida.

Kerusuhan ini terjadi di stadion Port Said setelah pertandingan Al-Ahly melawan tuan rumah Al-Masry. Kubu tuan rumah kalah dengan skor 3-1.

Entah apa pemicunya, namun tak lama setelah pertandingan, para suporter dari kedua belah pihak saling serang dengan batu dan kursi.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mesir Dr Hisham Shiha mengatakan, sebagian besar korban luka mengalami gangguan di kepala dan luka sobek. Demikian seperti diberitakan CNN, Kamis (2/1/2012).

Pemerintah setempat saat ini sedang menyelisiki penyebab bentrokan. Termasuk menyelidiki kaitan kerusuhan dan peristiwa pembakaran sejumlah tempat di luar stadion.

“Terjadi semacam kekosongan pengamanan di stadion. Jarang terdengar sebuah kekerasan yang melibatkan klub sepakbola,” ujar James Montague, kontributor CNN yang lama di Mesir.

Cegah Bentrokan Antar Suporter Meluas, Mesir Turunkan Militer

Kairo – Korban tewas dalam bentrokan antar pendukung sepakbola di Mesir bertambah menjadi 74 orang dengan korban luka diperkirakan mencapai 1.000 orang. Untuk mencegah bentrokan meluas, Mesir segera menempatkan pasukan militernya untuk berjaga-berjaga di sekitar stadion Port.

“Pasukan militer Mesir telah ditempatkan di wilayah Port untuk mencegah terjadinya bentrokan lebih lanjut antara suporter sepakbola Al-Ahly dan Al-Masri,” ujar laporan berita televisi setempat, seperti diberitakan Al-Ajazera, Kamis (2/2/2012).

Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim mengatakan pihak militer telah menahan 47 orang yang berkaitan serangan ke dalam lapangan tersebut. Ibrahim juga menyebut banyaknya korban yang meninggal saat bentrokan di dalam stadion.

Kepala dewan penguasa militer, Marsekal Hussein Tantawi Mohamed, telah bersumpah untuk mencari pelaku yang berada dibalik bentrokan maut itu.

“Kejadian seperti ini bisa terjadi di mana saja di dunia. Tapi kami tidak akan melepaskan yang berada di balik kejadian ini pergi,” kata Tantawi. Tantawi menambahkan para korban akan menerima biaya kompensasi setelah kasus tersebut selesai diselidiki.

“Kita akan melewati tahap ini. Mesir akan stabil. Kita memiliki rencana untuk mentransferkan kekuasaan dari warga sipil yang dipilih. Jika ada yang merencanakan ketidakstabilan di Mesir, mereka tidak akan berhasil. Setiap orang akan mendapatkan apa yang mereka layak dapatkan,” terangnya.

Sekitar 1.000 orang juga terluka dalam bentrokan ini, termasuk polisi. Setidaknya dua pemain mengalami cedera ringan.
Kerusuhan ini terjadi di stadion Port Said setelah pertandingan Al-Ahly melawan tuan rumah Al-Masry. Kubu tuan rumah kalah dengan skor 3-1.

Entah apa pemicunya, namun tak lama setelah pertandingan, para suporter dari kedua belah pihak saling serang dengan batu dan kursi.

sumber : Detik

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s