Harta Banyak = Pajak Besar?

Kemaren sore adalah hari keberuntungan saya. Di saat menyesap kopi di warung Mbok Darmi sambil berdebar menanti kepastian berapa batang rokok saya bakal dijarah Kang Noyo menjelang tanggal tua begini, mendadak dua bungkus rokok ditaruh di depan saya.

“Nih, tak kasih rokok. Dompetmu sudah makin tipis, mulai bingung duitnya cukup sampe tanggal berapa, bener tho? Dasar buruh kere.” Mbah Suto dengan gaya juragannya duduk di depan saya.

“Mbok! Kopi satu, kopinya dua sendok, gulanya sepucuk, masukkan kopi sama gulanya dulu, tuang airnya jangan langsung diaduk, tutup cangkirnya dulu, tunggu lima menit, baru diaduk. Ngerti?”

Byuh, juragan satu ini, pesen kopi saja perintahnya sangat detil.

“Tumben Mbah, ada perlu apa?” Pertanyaan saya langsung tembak di tempat, soale ndak mungkin beliau datang ke warung Mbok Darmi tanpa maksud.

Mbah Suto ngakak, “Kamu jadi orang kok ndak ada basa-basinya.”

“Cuma mau nanya Le, ini kan sudah deket sama waktu laporan SPT Tahunan. Menurutmu kalo hartaku dilaporkan semua bahaya ndak?”

Bahaya?

“Maksudnya apa nanti mbikin pajakku jadi lebih gede?” Lanjut Mbah Suto.

Walah, ini mungkin juga contoh lain dari salah kaprah yang ada di masyarakat dalam masalah pajak. Beberapa orang berpikir kalo jumlah harta yang dilaporkan dalam SPT Tahunan besar maka jumlah pajak yang harus dibayar akan bertambah besar.

“Apa urusannya jumlah harta sama pajak penghasilan Mbah?” Tanya saya.

“Yo ndak ngerti, makanya aku nanya.” Ujar Mbah Suto.

Sebenernya ndak heran juga kalo banyak orang berpikir seperti Mbah Suto. Sebelum pajak penghasilan sepopuler sekarang (doh! bahasamu… ), masyarakat lebih dulu akrab dengan jenis pajak yang terkait dengan nilai harta, misalnya Pajak Bumi dan Bangunan dan Pajak Kendaraan Bermotor, yang semakin tinggi nilai bendanya maka semakin tinggi juga nilai pajaknya.

“Pajak Penghasilan itu ndak terkait langsung sama jumlah harta sampeyan Mbah, wong namanya pajak penghasilan, ngitungnya ya berdasarkan jumlah penghasilan, bukan jumlah harta.” Kata saya.

Misalnya penghasilan sampeyan gede sedangkan harta kecil, pajak penghasilan sampeyan ya besar. Tapi kalo penghasilan sampeyan kecil, walaupun harta sampeyan gede pajak penghasilannya ya tetep kecil.

“Jadi ndak masalah kalo ditulis semua ya?” Tanya Mbak Suto lagi.

“Ndak masalah.”

“Tapi kalo ndak ditulis semua juga ndak masalah kan?” Tanya Mbah Suto sambil mesam-mesem.

“Nah, kalo itu baru masalah.” Jawab saya.

Kok bisa?

Sampeyan mungkin jarang memperhatikan bahwa ada pernyataan yang tertera saat sampeyan tandatangan pada formulir SPT Tahunan :

Dengan menyadari sepenuhnya akan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas beserta lampiran-lampirannya adalah benar, lengkap dan jelas.

Benar, lengkap, dan jelas, artinya ndak ada yang ditutup-tutupi dalam laporan itu.

“Kalo misalnya suatu saat sampeyan diperiksa sama orang pajak trus ada harta yang ternyata ndak sampeyan laporkan, bisa-bisa sampeyan dianggap belum melaporkan penghasilan yang telah sampeyan pake untuk membeli harta itu Mbah.” Tutur saya.

“Tapi kan ndak semua atas namaku, mobil-mobil itu beberapa masih atas nama pemilik lama kok. Ndak perlu diaporkan tho?” Mbah Suto masih nawar.

Yo wis, kalo memang sampeyan ndak mau ngaku itu harta sampeyan, sini mobilnya kasih satu buat saya.

Jiyan!

Pos ini dipublikasikan di Warung Pajak dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Harta Banyak = Pajak Besar?

  1. Annas D Human berkata:

    wah, apel washington harus juga dilaporkan nih

  2. Ridwan Psy berkata:

    Bkin animasi emot icon kayak gitu gimana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s