Malu Sama Mbah Ini Kalo Gak Bayar Pajak

sadar dan peduli pajak

sadar dan peduli pajak (foto by Fifit Wahyuda)

Siang kemaren saya melihat seorang bapak-bapak yang sudah sepuh diantar becak datang ke parkiran kantor pajak. Saya sempat berpikir mungkin si Mbah ini datang untuk mengurus pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan, sesuatu yang saya pikir wajar dengan dua asumsi :

  1. Beliau sudah sepuh, jadi ada kemungkinan beliau ini pensiunan atau mungkin veteran, yang biasanya memang dipermudah untuk mendapat pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan;
  2. Beliau datang naik becak, mohon maaf bukan bermaksud merendahkan, ada kemungkinan beliau bukan dari kalangan yang sangat berada.

Dan pikiran kemeruh saya tersebut langsung berantakan saat melihat ternyata beliau datang membawa Surat Setoran Pajak. Sungguh luar biasa, untuk seseorang yang sekedar naik tiga undakan pintu masuk Kantor Pelayanan Pajak saja sudah ndak mampu, beliau masih mau datang untuk menunaikan kewajiban sebagai warga negara. Seorang staf dari kantor pajaklah yang akhirnya datang dan membantu beliau membayarkan Surat Setoran Pajak tersebut ke loket Bank Jatim.

Saya pikir ndak berlebihan kalo saya bilang yang beliau lakukan itu luar biasa, minimal ada dua alasan:

  1. Seseorang dengan usia senja seperti beliau biasanya sudah ndak takut apa-apa lagi, kalo orang kulon kali sana bilang beliau ini sudah nothing to lose. Yang berarti bahwa pembayaran pajak yang beliau lakukan adalah murni buah dari kesadaran sebagai warga negara, bukti kepedulian, bukan karena takut akan ancaman.
  2. Ini masih belum tanggal 10, yang berarti masih jauh dari batas waktu pembayaran Pajak Penghasilan Pasal 25 yang jatuh tanggal 15 tiap bulannya. Alias ada satu hal baik lagi yang beliau contohkan, tepat waktu.

Mungkin inilah salah satu derajat tertinggi seorang Wajib Pajak, sadar dan peduli pajak.

Apa yang beliau lakukan tersebut sekaligus juga menyampaikan pesan tersirat:

  1. Sampeyan yang memiliki tingkat kemakmuran lebih tinggi dari beliau tapi belum membayar pajak patut malu, karena bisa jadi fasilitas umum yang sampeyan nikmati sekarang berasal dari urunan seseorang yang secara ekonomi levelnya jauh berada di bawah sampeyan.
  2. Sampeyan yang kebetulan dipercaya untuk mengemban amanah sebagai pejabat negara tapi belum bekerja secara maksimal, apalagi sampai menghamburkan anggaran untuk kepentingan pribadi, ingatlah bahwa sebagian dana yang sampeyan kelola, juga gaji dan fasilitas sampeyan yang sampeyan nikmati, berasal dari orang-orang yang tingat kesejahteraannya mungkin di bawah sampeyan, tapi rela mengorbankan kepentingan pribadi karena rasa patriotisme dalam wujud sadar dan peduli pajak. Bagaimana sampeyan akan mempertanggungjawabkannya dunia akhirat?
Pos ini dipublikasikan di Warung Pajak dan tag , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Malu Sama Mbah Ini Kalo Gak Bayar Pajak

  1. protax berkata:

    mbah marut nuwun sanget nggih….panjenengan sampun termasuk ingkang mbyari sekolah anak kulo SMP lan SD, Lemah teles mbah Gusti Alloh ingkang mbales mbah.
    Mugi2 mangke SMA ne nggih saget gratis….Amien, tapi kulo nate ngobrol kaliyan boss kulo mekaten : Saya (boss pabrik kulo) ini termasuk yg paling baik&banyak bayar pajaknya dibanding temen2 saya tapi temen2 jg ga bisa begitu saja disalahkan karena alsane jg masuk akal begini katanya : ya males lah bayar besar2, kita yg kerja mati2an koko liak lah uangnya yg buat proyek jalan, gedung sekolah gedung rakyat alias DPR, gedung olah raga & yg gendheng maneh Kitab suci nya sendiri diproyek sendiri dan disunnat, apalagi mobil dinas nya mewah2 kita2 pake panther ada yg pick-up lagi. entik ae lah koh nek sudah sadar sing gitu2 e.

  2. juni berkata:

    tulisan yg bagus, mas stein…
    sate laler ndawuhan,sent!!
    (berhubung di sini belum nemu es cendol yang enak,he,he….)

  3. isnaeni berkata:

    bos….tulisannya diupload di websitenya p2humas ….pasti tambah okay

  4. agus hernawanto berkata:

    tulisan yang bagus….
    (ehmmm gak terasa sudah 6 tahun aku meninggalkan kpp pasuruan)

  5. Hatri berkata:

    mantap broooo…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s