Penghasilan Tidak Kena Pajak Dua Juta Sebulan

Seorang kawan pernah menulis, “cukup itu relatif, kalo kurang itu keniscayaan. Kata cukup memang kesannya minimal, sukur nutup kebutuhan, masalahnya adalah kebutuhan manusia itu ndak ada cukupnya. Batas psikologis cukup ini yang kadang susah dipahami, ada orang dengan gaji di bawah lima juta merasa cukup, tapi ada juga yang dengan penghasilan sekian puluh juta per bulan masih kelimpungan, merasa ndak cukup.

Lain kata cukup, lain lagi kata kurang. Kalo guyonan sarkastik jaman saya sekolah dulu bilang, cantik itu relatif, jelek itu mutlak. Sama juga dalam hal penghasilan, kalo cukup itu relatif maka kurang adalah mutlak. Ada kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi supaya orang bisa dikatakan hidup layak, dan pemenuhan kebutuhan ini biasanya butuh duit, butuh penghasilan. Kalo duitnya ndak cukup untuk menutup kebutuhan dasar ya berarti penghasilannya kurang, as simple as that.

Saat ngomong soal penghasilan minimal ada dua hal yang otomatis nyangkut di otak pas-pasan saya, yang pertama Upah Minimum Kabupaten/Kota, yang kedua tentang Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Upah Minimum Kabupaten/Kota kalo saya ndak salah ditetapkan oleh gubernur setiap tahun, dan pasti memicu konflik, tarik ulur antara keinginan para buruh dan kemampuan para juragan. Akhirnya dengan pertimbangan yang klise, untuk mewujudkan upah yang lebih realistis sesuai kondisi daerah dan kemampuan perusahaan, diputuskanlah Upah Minimum yang benar-benar minimum. Kalo ndak percaya silakan liat Upah Minimum Kabupaten/Kota Jawa Timur Tahun 2011.

Upah Minimum Kabupaten/Kota Jawa Timur paling tinggi diduduki Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, itu “cuma” sebesar Rp 1.257.000. Bandingkan dengan peringkat terbawah, Kabupaten Bondowoso, yang hanya sebesar Rp 800.000.

Setelah Upah Minimum sekarang saya lanjut mbahas Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Penghasilan Tidak Kena Pajak itu opo tho?

Di awal tulisan tadi saya sempat ngomong soal kebutuhan dasar yang harus dipenuhi walaupun kadang penghasilan sangat minim. Alangkah dholimnya pemerintah kalo penghasilan yang cuma cukup buat nutup kebutuhan dasar tadi masih ditarik pajak. Makanya biar ndak dholim-dholim amat, pemerintah menetapkan sebuah batas yang disebut Penghasilan Tidak Kena Pajak, artinya ada bagian dari penghasilan sampeyan yang ndak kena pajak, dengan asumsi penghasilan tersebut digunakan buat nutup kebutuhan dasar.

Mosok ya duit yang mau dipakai buat beli beras dikenai pajak?

Contoh hitungan sederhananya adalah sebagai berikut :

Penghasilan

:

Rp xxx

Penghasilan Tidak Kena Pajak

:

(Rp xxx)

Penghasilan Kena Pajak

:

Rp xxx

Kalo standard yang dipakai untuk menghitung sama, seharusnya Penghasilan Tidak Kena Pajak sama dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota, karena yang sudah minimum itu sungguh terlhalhutm kalo masih kena pajak.

Disinilah sampeyan patut mengapresiasi pemerintah pusat, wabil khususon Kementerian Keuangan, lebih khusus lagi Direktorat Jenderal Pajak, karena sudah bertahun-tahun Penghasilan Tidak Kena Pajak selalu di atas rata-rata Upah Minimum Kabupaten/Kota. Alias pemerintah ndak berniat untuk memperberat hidup para buruh kecil yang memang sudah berat itu dengan beban pajak.

Saat pemerintah memberlakukan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah sebesar Rp 15.840.000 untuk Wajib Pajak dengan status bujangan, alias sebesar Rp 1.320.000 per bulan.

Belum cukup, menampung aspirasi yang makin berkembang supaya PTKP dinaikkan menjadi dua juta per bulan, pemerintah akhirnya mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.11/2012 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak. Dalam peraturan ini besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak untuk Wajib Pajak berstatus bujangan adalah Rp 24.300.000 alias sebesar Rp 2.025.000 per bulan. Berlaku mulai tahun pajak 2013.

Efeknya apa?

Pajak sampeyan lebih kecil pastinya, contohnya bisa sampeyan lihat di bawah ini, misalnya sampeyan bujangan dengan penghasilan setahun Rp 50.000.000

Tahun Pajak 2012

Tahun Pajak 2013

Penghasilan

50.000.000

50.000.000

Penghasilan Tidak Kena Pajak

15.840.000

24.300.000

Penghasilan Kena Pajak

34.160.000

25.700.000

Pajak yang harus dibayar

1.708.000

1.285.000

Semoga dengan penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak ini bisa lebih menggugah sampeyan untuk semakin sadar dan mengerti pajak.

Direktorat Jenderal Pajak telah berbenah, sampeyan?

juga diposting di mastein

Pos ini dipublikasikan di Warung Pajak dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s