Penghargaan untuk Account Representative KPP Pratama Pasuruan

Douglas McGregor mengatakan dalam teori X bahwa seorang pimpinan bersikap terhadap bawahannya dengan empat asumsi:

  1. Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.
  2. Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipakai, dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
  3. Karyawan akan mengindari tanggung jawab dan mencari perintah formal, di mana ini adalah asumsi ketiga.
  4. Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.

Seorang kawan pernah berseloroh, saat seorang birokrat menanyakan, “ada yang bisa saya bantu?” selalu dibarengi dengan ekspresi muka yang menyatakan bahwa yang bersangkutan siap melakukan apa saja untuk sampeyan, kecuali membantu.

Semua terasa datar, birokrat adalah satu baut kecil dalam sebuah sistem besar sekaku robot yang bernama birokrasi, tak perlu ada antusiasme di sana, jalankan sesuai buku manual dan tiap bulan ada upah untuk sampeyan. Tugas staf adalah menjalankan instruksi atasan, yang juga mendapatkan instruksi dari atasannya, dan dari atasnya lagi, sampai tiba waktunya tutup tahun anggaran, atau terjadi pergantian atasan.

Kita di sini untuk menjalankan perintah, tidak perlu ada penghargaan, itu sudah tugasmu, kalimat-kalimat tersebut adalah ungkapan yang umum di kantor birokrat. Bahkan seorang kawan pernah berkata sinis, no punishment is your reward.

Teori X adalah teori yang nyaris sempurna untuk menggambarkan suasana kerja di kantor pemerintah, atau paling tidak beberapa kantor pemerintah.

Tapi McGregor juga menemukan ada empat asumsi lain yang bertentangan dengan teori X. Dalam teori yang disebut teori Y ini ada empat asumsi positif:

  1. karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan seperti halnya istirahat atau bermain
  2. karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan
  3. karyawan bersedia belajar untuk menerima, mencari dan bertanggung-jawab
  4. karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.

Sampeyan bisa membaca beberapa teori lain tentang motivasi, atau mungkin sampeyan tertarik untuk membuat teori sendiri dari sudut pandang yang berbeda, tapi satu hal yang pasti: bekerja bukan hanya tentang menjalankan perintah untuk mendapatkan upah. Selalu ada semacam kepuasan pribadi untuk setiap pencapaian dan keterpurukan mental untuk tiap kegagalan.

Tahun ini sudah lebih dari lima tahun saya menempati meja di salah satu Seksi Pengawasan dan Konsultasi KPP Pratama Pasuruan, dari kurang lebih sepuluh tahun masa kerja saya jadi buruh pemerintah. Saya bersyukur sudah banyak perubahan terjadi. Walaupun masa kerja saya masih terhitung seumur jagung, tapi saya menjadi salah satu saksi dari perubahan drastis yang terjadi sejak Direktorat Jenderal Pajak mencanangkan reformasi birokrasi.

Belum sempurna tentunya, tapi saya merasa suasana kerja di tempat saya lebih mendekati Teori Y.

Seksi Pengawasan dan Konsultasi adalah satu dari beberapa seksi yang semuanya memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam mengamankan penerimaan pajak. Sesuai namanya, seksi yang sering disingkat dengan nama Waskon ini bertugas melakukan pengawasan penerimaan dan hal-hal yang berhubungan dengan pembinaan Wajib Pajak.

Seksi Pengawasan dan Konsultasi beranggotakan para Account Representative yang dipimpin oleh seorang Kepala Seksi. Tiap AR bertugas untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap para Wajib Pajak di wilayah tertentu.

Ada yang istimewa dari seksi Pengawasan dan Konsultasi?

Tidak ada, hanya sebuah seksi di antara sekian seksi. Paling tidak sampai beberapa hari yang lalu, saat kami para AR mendadak dikumpulkan di ruang konsultasi. Pak Bagyo, Kepala Seksi Waskon III mengucapkan terima kasih kepada kami, para baut kecil robot birokrasi. Secara diam-diam, empat kepala seksi Waskon ternyata merancang sebuah acara pemberian penghargaan, bukan cuma itu, mereka juga urunan untuk memberi hadiah dan sukuran makan-makan.

Sungguh kejutan kecil yang menyenangkan.

Account representative yang menerima penghargaan atas kinerja selama tahun 2012 adalah sebagai berikut:

  1. Pencapaian Penerimaan Terbaik
    • Heri Siswanto
    • Agus Sudono
    • Nadya Rosalin
  2. Pertumbuhan Penerimaan Terbaik
    • Heri Siswanto
    • Sarjono
    • Nadya Rosalin
  3. Pembuat Himbauan Terbanyak
    • Yunanto Adi Wibowo
    • Heri Siswanto
    • Fifit Wahyuda
  4. Pendatang Baru Terbaik
    • Sarjono
    • Yunie Wulandary
    • Retno Prastyowati
  5. Inovatif/Inspiratif
    • Fifit Wahyuda
    • Imam Saiful
    • Yusli Bachtiar

Selamat untuk para peraih penghargaan, semoga apa yang sudah dicapai bisa menjadi pemicu semangat dan memberi motivasi pada teman-teman yang lain.

Terima kasih kami ucapkan untuk Bapak Yoga Eka Pujangga, Bapak Krisno Endarto, Bapak Subagyo, dan Bapak Dwi Tjahjono Putranto, para kepala seksi Waskon di KPP Pratama Pasuruan yang telah mematahkan ungkapan no punishment is your reward. Sungguh, apa yang bapak-bapak lakukan telah membuat kami merasa istimewa.

Ditulis oleh Tobagus Manshor Makmun, seorang AR di KPP Pratama Pasuruan

Pos ini dipublikasikan di Berita, Pojok Rehat dan tag . Tandai permalink.

3 Balasan ke Penghargaan untuk Account Representative KPP Pratama Pasuruan

  1. herry berkata:

    mantab masss
    tulisannya sekarang ada bau birokrat🙂

  2. pepen berkata:

    Kok ga ono Pencairan Himbauan terbanyak brooo

  3. Ping balik: 4 cara membayar pajak yang benar | KPP Pratama Pasuruan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s