Si Peniup Sempritan

Traraa…….eng ing enggg….

Heheheh..niru-niru opening twit nya @TrioMacan…eh masih ada gak sih @TrioMacan..?

Dulu sih masih sering ngikuti kicauan-kicauan, tapi sekarang sudah gak sempat lagi..too hectic and multitasking..hehhehe…

Alkisah, di komplek perumahannya Mas Prayit, orang-orang lagi pada membahas “hot current issues”. Ndak kalah sama acara-acara talk show di tipi-tipi.

Dari mulai Eyang Subur dan Adi Bing Slamet, preman dan topi merah, Jupe dan Depe, Si Nissan Juke..dan lain sebagainya. Sampai berbusa-busa beradu argumen.

Tak mau ketinggalan, Mas Prayit pun ikut larut dalam debat warga komplek perumahan tersebut.

Akhirnya sampailah pada topik hangat dua hari ini “KPK Menangkap Oknum Buruh Nakal”..

“Kok ora kapok-kapok sih wong buruh iku?”…celetuk seorang bapak, sambil mengisap rokoknya dengan santainya.

“Padahal gaji nya paling tinggi dibanding buruh lainnya, ya….” ujar bapak yang satunya, sambil jari tangannya dimasukkan ke lobang hidungnya.

“Kok buruh di tempat lain jarang ada yang ditangkap KPK ya…?” sahut seorang bapak muda .

Gerah juga Mas Prayit mendengar obrolan tentang institusinya tersebut. Mau menjawab secara frontal, la wong kenyataannya emang ada yang ditangkap. Mau diem saja, kok kuping lama-lama panas juga.

“Jadi begini bapak-bapak” , kata Mas Prayit memecah malam yang mulai larut, sambil menggerogoti jagung hibrida rebus yang sudah dingin.

“Pernah baca buku Negeri Lima Menara gak?..yang bercerita tentang santri di Pondok Gontor?…belum ya..?wah susah nih, kalo belum baca buku itu..” kata Mas Prayit .

” Apa hubungannya Gontor dengan Oknum Buruh, Mas..?”

“Hehehh..penasaran ya…makan jagung dulu ahh….” sambil melahap butiran jagung hibrida yang besar dan keras.

“Jadi begini, di Gontor itu ada sistem yang bernama Jasus atau mata-mata. Kalo kita berbuat salah, maka hukumannya adalah kita harus mencari orang yang berbuat salah juga untuk dilaporkan ke Mahkamah. Mungkin filosofinya adalah agar orang-orang peduli dan kontrol dengan keadaan sekitar….”

“Demikian juga di lingkungan kami. Ada sistem yang mungkin hampir mirip Jasus..namanya Whistle Blower System..disingkat WBS ato mungkin bahasa gampangnya Si Peniup Sempritan”

“Dengan WBS yang ada di masing-masing komputer pegawai, kami dengan mudah bisa melaporkan teman kami yang mungkin “sedikit nakal”…”

“Logikanya, di suatu komunitas pastilah tidak semuanya good boy. Satu dua pastilah ada yang bad boy. Jadi kalo di komunitas tersebut tidak pernah terdengar ada “bad boy” kemungkinannya adalah komunitas tersebut berisi “bad boy” semua , dan atau tidak ada kepedulian dan kontrol atas komunitas tersebut…”

Beberapa orang mendengarkan paparan Mas Prayit terlihat manggut-manggut. Gak tau itu mudeng atau ngantuk karena sudah larut malam.

Byuurrrrr….byurrrr…

“Hujan pak e…hujannn….jemuranne tolong dimasukkan pak ee…!!” tiba-tiba terdengar teriakan seorang ibu memanggil suaminya.

“Alhamdulillah..matur suwun Gusti..saved by the bell.” gumam Mas Prayit dengan nafas lega.

Satu persatu para tetangga pada lari ke rumah masing-masing. Tinggallah Mas Prayit sendirian, sambil mencoba mengingat-ingat “Tadi aku ngomong apa ya?”…

Saya Arif Wibowo, have a nice weekend..!!!

(tulisan ini adalah pendapat pribadi penulis )

Penulis adalah pemeriksa pajak pada KPP Pratama Pasuruan

Pos ini dipublikasikan di Pojok Rehat dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s