Laporan Pertanggungjawaban Tim PSL: Behind the Scene

Alhamdulillah, hari Rabu tanggal 16 Oktober  2013 kemaren telah dilaksanakan penyembelihan hewan kurban di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pasuruan.

Sebelum penyembelihan, Bapak Suryanto Norejo selaku Kasubag Umum mewakili Kepala Kantor Bapak Djunaidi Djoko Prasetyo yang karena sesuatu hal tidak bisa mengikuti acara penyembelihan, menyampaikan sepatah dua patah kata. Dalam sambutannya Bapak Suryanto Norejo menyampaikan ucapan terimakasih kepada teman-teman yang telah ikhlas berkurban di kantor demikian juga ucapan terima kasih kepada para panitia yang telah meluangkan waktunya agar suksesnya acara penyembelihan hewan kurban tersebut.

Penyembelihan hewan kurban tersebut dilaksanakan sekitar jam delapan pagi.

Pada hari Raya Kurban tahun 2013 ini, Panitia diberikan amanah oleh dua puluh delapan calon kurbaners untuk mencarikan empat ekor sapi yang layak untuk kurban.

Sapi Kurban

Sapi Kurban

***

Tiga minggu sebelum hari H, berangkatlah satu tim kecil menuju Desa Baledono, Kecamatan Tosari. Desa Baledono berjarak sekitar 40an km dari Pasuruan, terletak di kaki Gunung Bromo.

Tim tersebut diberi sandi “PSL” alias Pencari Sapi Lanang.

Sebenarnya Tim PSL telah menanam spionase yang merupakan orang lokal dari Baledono untuk mencari informasi mengenai keberadaan sapi-sapi yang layak untuk hewan kurban dan harganya cocok dengan kekuatan Tim PSL.

Dari informasi telik sandi tersebut diketahui ada beberapa sapi yang layak untuk dijadikan hewan kurban.

Bergegaslah Tim PSL menuju titik koordinat lokasi sapi pertama. Ranch sapi pertama lokasinya tidak jauh dari jalan raya Baledono. Bertemulah Tim PSL dengan pemilik sapi pertama tersebut.

Salah seorang anggota Tim PSL yang merupakan mantan blantik sapi, Mas Prayit, dengan seksama dan dalam tempo singkat memperhatikan seluruh body sapi tersebut. Mulai dari giginya yang sudah powel, matanya yang jernih, tinggi sapi, perut sapi, sampai bau kentut sapi pun tidak luput dari perhatian Mas Prayit. Bahkan Mas Prayit bisa memperkirakan seekor sapi akan menjadi berapa ratus bungkus dengan ukuran perbungkus setengah kiloan.

Setelah bernegosiasi dengan pemilik sapi tersebut, deal, ketemulah harga yang disepakati ke dua belah pihak.

Selanjutnya Tim PSL menuju titik koordinat sapi yang kedua. Sedikit cerita, beberapa hari sebelumnya Tim PSL telah melakukan transaksi dengan orang yang diserahi tugas untuk mengurus sapi. Tim PSL telah memberikan uang panjar untuk dua ekor sapi tersebut. Ternyata pemilik sapi tersebut dihasut para blantik sapi yang kasak kusuk memberikan info bahwa harga yang telah disepakati terlalu murah. Dibatalkanlah transaksi tersebut secara sepihak oleh pemilik sapi tersebut.

Alhamdulillahnya, kita mempunyai informan yang bisa diandalkan. Tidak terlalu lama kita sudah mendapatkan informasi mengenai keberadaan dua ekor sapi yang akan menjadi sapi pengganti dari sapi yang dibatalkan secara sepihak tadi.

Lagi-lagi Tim PSL mengandalkan kejelian dan kecermatan Mas Prayit dalam mengamati dua ekor sapi tersebut. Sebagian besar sapi-sapi di Baledono adalah peranakan sapi perah. Warnanya hitam putih. Kalo menurut para jagal sapi, lebih baik kita memilih sapi yang warnanya bukan putih. Karena kalau sapi putih itu kulitnya tebal tapi dagingnya tidak terlalu banyak. Sedangkan untuk sapi yang berwarna selain putih, kulitnya tipis tapi menang di dagingnya.

Dua sapi tersebut merupakan satu paket, istilah mereka adalah “nggendong indit”. Sapi yang satu adalah besar dengan harga yang lumayan juga, dan satunya tidak terlalu besar tapi dengan harga yang murah.

Dua sapi tersebut akhirnya disepakati oleh Tim PSL untuk dijadikan hewan kurban.

Sudah tiga sapi yang didapatkan oleh Tim PSL. Tinggal seekor sapi yang belum didapatkan informasinya oleh Tim PSL.

Pada saat Tim PSL sedang istirahat, informan kita mendapatkan petunjuk bahwa ada seekor sapi yang kan dijual. Tanpa berpikir panjang, langsung kita menuju TKP. Lokasi ranch sapi yang satu ini harus melewati jalur yang ekstrem. Karena di kanan kirinya adalah merupakan lahan pertanian dengan kemiringan 90″. Bersyukur, Tim PSL mempunyai driver yang mumpuni yaitu Mas Mahmud.

Akhirnya sampailah kita di ranch sapi tersebut. Kalo orang Baledono menyebutnya “gedogan”.

Berdasarkan advise dari Mas Prayit dan mempertimbangkan kondisi fisik Tim PSL yang harus berjalan naik turun blusukan ke gedhogan sapi yang begitu menguras tenaga, kita putuskan untuk mengambil sapi tersebut.

Genap sudah empat sapi yang merupakan amanah dari teman-teman bisa kita dapatkan.

***

Alhamdulillah dari empat sapi tersebut, kita bisa membagikan kurang lebih delapan ratusan bungkus yang kita bagikan kepada warga sekitar kantor, para pegawai organik maupun an organik, kepada beberapa pondok pesantren, panti asuhan anak yatim, dan lembaga Taman Pendidikan Al Quran.

panitia kurban

panitia kurban

Kita berharap taon depan akan lebih banyak lagi yang ikut berkurban sehingga akan lebih banyak lagi yang bisa merasakan daging kurban.

Saya Arif Wibowo, la kok ndilalah jadi Ketua Tim PSL, thanks guys!!!

Pos ini dipublikasikan di Kegiatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s