Perubahan SPT Masa PPh Pasal 21 Mulai 1 Januari 2014

Surat Pemberitahuan Masa PPh Pasal 21 akan mengalami perubahan bentuk seiring dengan akan segera diberlakukannya Per-14/PJ/2013 mulai tanggal 1 Januari 2014. Beberapa perubahan yang terjadi di antaranya:

  1. Diwajibkannya penggunaan e-SPT PPh Pasal 21 untuk Wajib Pajak dengan kategori tertentu
    Kategori tertentu tersebut adalah:
    1. Melakukan pemotongan PPh Pasal 21 atas pegawai tetap yang jumlahnya lebih dari 20 pegawai
    2. Mengeluarkan bukti potong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 yang tidak final lebih dari 20 dokumen
    3. Mengeluarkan bukti potong PPh Pasal 21 final lebih dari 20 dokumen
    4. Melakukan penyetoran SSP atau bukti Pbk lebih dari 20 dokumen
  2. Penambahan lampiran daftar pemotongan PPh Pasal 21/26 pegawai tetap yang harus dilaporkan setiap bulan (1721-I)
    Dalam lampiran ini nomor dan tanggal bukti potong hanya diisi pada saat pelaporan masa Desember (untuk satu tahun pajak)
  3. Adanya standardisasi penomoran bukti potong, yaitu:
    1. 1.3-mm.yy-xxxxxxx
      Bukti Pemotongan PPh Pasal 21/26 tidak final
    2. 1.4-mm.yy-xxxxxxx
      Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 (Final)
    3. 1.1-mm.yy-xxxxxxx
      Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 bagi Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun atau Tunjangan Hari Tua/Jaminan Hari Tua Berkala
    4. 1.2-mm.yy-xxxxxxx
      Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 Bagi PNS, Anggota TNI/POLRI, Pejabat Negara dan Pensiunannya
  4. Penyesuaian desain SPT agar lebih scan-friendly
  5. Penambahan beberapa informasi dalam bukti potong
    Informasi ini antara lain negara domisili, NIK/Nomor Paspor, dan Kode Objek Pajak.
  6. Dihapuskannya lampiran Daftar Perubahan Pegawai Tetap (1721 II) dan 1721-T (Daftar Pegawai Tetap/Penerima Pensiun Berkala (yang disampaikan pada Masa Pajak Juli 2009 atau saat pertama kali berkewajiban menyampaikan SPT PPh Pasal 21/26)
  7. Penyesuaian Informasi Pada SPT PPh Pasal 21 Induk Bagian C Obyek PPh Final
  8. Penambahan lampiran daftar biaya (1721-V)
    Lampiran ini hanya wajib disampaikan pada masa Desember oleh Wajib Pajak yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan, diantaranya WP Cabang, Bentuk Kerjasama Operasi, dan lain-lain.

Formulir SPT Masa PPh Pasal 21 sesuai Per-14/PJ/2013 dalam format excel bisa didownload di sini.

Pos ini dipublikasikan di Belajar Pajak dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s