Kewajiban PPN Pengusaha Emas Perhiasan

Ketenangan saya menikmati kopi di warung Mbok Darmi kemarin sedikit terganggu. Bukan dari Kang Noyo untungnya (atau belum?), paling ndak sampai sekarang kawan satu pabrik saya itu belum menampakkan batang hidungnya. Memang selalu cuma batang hidung yang dia tampakkan, karena batang rokoknya selalu minta dari saya.

Untuk seorang buruh pabrik macem saya,duduk di pojokan warung Mbok Darmi, menyeruput kopi perlahan, menghisap rokok sambil mencoba menyesap nuansa adalah kemewahan tersendiri, suatu bentuk perenungan yang sedikit beraroma kontemplatif.

“Mas, jangan melamun terus, nanti kesurupan lho…” Tepukan tangan Pak Joyo menyadarkan saya.

Iya, bagi sampeyan yang sedikit bingung dengan paragraf kedua tulisan ini, saya sedang melamun di warung Mbok Darmi…

“Katanya ada aturan baru Mas, batasan PKP dinaikkan jadi 4,8 miliar. Jadi kayak saya ini bisa minta pencabutan PKP ya Mas? Biar ndak usah mbayar PPN lagi…” Kata Pak Joyo lagi.

Mmm… Saya butuh waktu untuk loading, dari keadaan kontemplasi (hadah! maksudnya melamun… ) sampai bisa betul-betul menangkap yang dimaksudkan Pak Joyo. Lha pertanyaannya teknis sekali.

Memang kemarin sudah keluar Peraturan Menteri Keuangan No 197/PMK.03/2013 yang mengatur batasan pengusaha kecil. Aturan itu pada dasarnya menetapkan bahwa batasan untuk seorang pengusaha wajib mendaftarkan diri sebagai Pengusaha Kena Pajak dan memungut PPN adalah Rp 4,8 miliar. Yang omsetnya di bawah itu boleh memilih mau menjadi PKP atau ndak.

Tapi setahu saya, Pak Joyo ini usahanya toko emas, dan dalam aturan pajak, pengusaha emas selalu mendapat perlakuan istimewa.

“Jadi begini Pak Joyo, dari hasil curi dengar obrolan temen-temen di pabrik yang ngurusi pajak, sampeyan ndak bisa mengajukan pencabutan status Pengusaha Kena Pajak.” Ujar saya.

“Lha kok?” Pak Joyo sedikit mengernyitkan dahi.

“Nanti mulai 1 Maret 2014 mulai berlaku Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.03/2014 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Emas Perhiasan.” Kata saya.

“Dengan peraturan ini maka aturan 4,8 miliar ndak berlaku buat sampeyan Pak.”

Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pengusaha emas, baik yang pabrikan maupun pedagang adalah pengusaha emas perhiasan wajib menerbitkan Faktur Pajak untuk setiap penyerahan emas perhiasan atau jasa yang terkait dengan emas perhiasan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menggunakan Kode Transaksi ’04’ pada Faktur Pajak sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012 dan perubahannya.

    Arti penggunaan kode transaksi ’04’ adalah penyerahan emas perhiasan dan/atau jasa yang terkait dengan emas perhiasan yang dilakukan oleh pengusaha emas perhiasan terutang PPN menggunakan dasar pengenaan pajak berupa nilai lain. PPN yang terutang adalah sebesar sebesar 10% x 20% x harga jual mas perhiasan atau nilai penggantian

  2. Dalam hal penyerahan emas perhiasan dilakukan secara eceran, penerbitan Faktur Pajak mengikuti Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-58/PJ/2010.

    Faktur pajak yang dibuat oleh pedagang eceran bisa berupa:

  • bon kontan,
  • faktur penjualan,
  • segi cash register,
  • karcis,
  • kuitansi, atau
  • tanda bukti penyerahan atau pembayaran lain yang sejenis.

Faktur pajak yang dibuat tersebut harus memuat

  • nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak,
  • jenis barang yang diserahkan,
  • jumlah harga jual yang sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai atau besarnya Pajak Pertambahan Nilai dicantumkan secara terpisah,
  • PPnBM,
  • kode, nomor seri dan tanggal pembuatan Faktur Pajak.
  1. Pengusaha emas perhiasan yang sebelum berlakunya PMK Nomor 30/PMK.03/2014 melaporkan SPT Masa PPN dengan menggunakan formulir 1111 DM, mulai Masa Maret 2014 wajib melaporkan SPT Masa PPN dengan menggunakan formulir 1111.

“Piye Pak? Paham?” Tanya saya.

Pak Joyo hanya ternganga, “Kok mendadak sampeyan pinter Mas? Ternyata sampeyan bener-bener sudah kesurupan…”

Lho kok?

Jiyan!

Pos ini dipublikasikan di Belajar Pajak, Warung Pajak dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s