Beberapa Kesalahan Ketentuan Perpajakan dalam Buku Petunjuk Teknis BOS SMA 2014

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat tugas menjadi narasumber tentang kewajiban perpajakan pada acara workshop bagi bendahara pengelola dana Bantuan Operasional Sekolah untuk Sekolah Menengah Atas yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Timur di Kota Batu. Berkat itu saya jadi tahu bahwa pada tahun 2014 ini dana BOS SMA yang dialokasikan adalah sebesar Rp 4,3 Triliun.

Untuk mengelola dana sebesar itu tentu bukan perkara mudah, sehingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan SMA mengeluarkan buku petunjuk teknis pengelolaan BOS SMA.

DSC_0248

Buku Petunjuk Teknis BOS SMA 2014

Salah satu hal yang dibahas dalam buku petunjuk teknis adalah aspek perpajakan, yang dalam buku tersebut berada pada halaman 31-42. Sayangnya saya menemukan beberapa hal yang kurang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan. Dalam tulisan ini saya mencoba meluruskan beberapa contoh yang termuat dalam buku tersebut, agar tidak terjadi kebingungan dalam pelaksanaan di lapangan karena perbedaan antara petunjuk teknis dengan arahan dari Kantor Pelayanan Pajak.

Halaman

Tertulis

Seharusnya

Keterangan

36-37 (No 8 huruf d) PPn 21 untuk upah tukang dalam rangka rehabilitasi gedung sekolah (apabila tukang dibayarkan Rp 100.000 per hari dan sebulan tidak melebihi Rp 2.500.000 setelah dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)). PPh 21 untuk upah tukang dalam rangka rehabilitasi gedung sekolah (apabila tukang dibayarkan lebih dari Rp 200.000 per hari dan sebulan tidak melebihi Rp 2.025.000). Pasal 9 ayat (1) huruf b PER-31/PJ/2012
37 (No 9 huruf e) Untuk jasa pemasangan daya dan jasa dikenakan PPh 21 sebesar 1,5% jika dilakukan oleh orang pribadi Untuk jasa pemasangan daya dan jasa dikenakan PPh 21 sebesar 2,5% jika dilakukan oleh orang pribadi Pasal 16 ayat (2) huruf a PER-31/PJ/2012
39 (angka 1 huruf a) Nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Buku pelajaran umum dibebaskan dari pengenaan PPN PMK Nomor 122/PMK.011/2013
100/110 x Rp 35.000.000 = Rp 31.808.181,82
PPN sebesar 10%
10% x 31.808.181,82 = Rp 3.180.818,18
Nilai pembayaran termasuk pajak
Rp 35.000.000 + 3.180.818,18 = Rp 38.180.818,18
40 (angka 2 huruf b) Honor nara sumber = Rp 1.500.000 Honor nara sumber = Rp 1.500.000 Pasal 3 huruf c dan Pasal 16 ayat (2) huruf a PER-31/PJ/2012
PPh Pasal 21 = 5% x Rp 1.500.000 = Rp 75.000 PPh Pasal 21 = 5% x 50% x Rp 1.500.000 = Rp 37.500
Jumlah diterimakan kepada nara sumber sebesar = Rp 1.425.000 Jumlah diterimakan kepada nara sumber sebesar = Rp 1.462.500
40-41 (angka 3 huruf a) DPP untuk pembelian semen DPP untuk pembelian semen Dalam hal harga sudah termasuk PPN

 

(Lihat Lampiran KMK Nomor 563/KMK.03/2003)

 

100/110 x Rp 3.500.000 = Rp 3.181.818,2 100/110 x Rp 3.500.000 = Rp 3.181.818,2
PPN PPN
10% x 3.181.818,2 = Rp 318.181,2 10% x 3.181.818,2 = Rp 318.182
Nilai pembayaran termasuk pajak Nilai pembayaran termasuk pajak
Rp 3.500.000 + 318.181,2 = Rp 3.818.181,2 Rp 3.181.818 + 318.182 = Rp 3.500.000

Atau

DPP untuk pembelian semen Dalam hal harga belum termasuk PPN

 

(Lihat Lampiran KMK Nomor 563/KMK.03/2003)

Rp 3.500.000
PPN
10% x 3.500.000 = Rp 350.000
Nilai pembayaran termasuk pajak
Rp 3.500.000 + 350.000 = Rp 3.850.000
Harga 4 bak pasir @ Rp 250.000 Harga 4 bak pasir @ Rp 250.000 Pasal 4A ayat (2) huruf a UU PPN
4 x Rp 250.000 = Rp 1.000.000 4 x Rp 250.000 = Rp 1.000.000
PPN PPN
(nihil karena kurang dari Rp 1.000.000) (nihil karena pasir bukan termasuk barang yang dikenakan PPN)
Nilai pembelian termasuk pajak Nilai pembelian termasuk pajak
Rp 1.000.000 + 0 = Rp 1.000.000 Rp 1.000.000 + 0 = Rp 1.000.000
DPP untuk pembelian semen DPP untuk pembelian keramik Dalam hal harga sudah termasuk PPN

 

(Lihat Lampiran KMK Nomor 563/KMK.03/2003)

100/110 x Rp 15.000.000 = Rp 13.636.363,64 100/110 x Rp 15.000.000 = Rp 13.636.363,64
PPN PPN
10% x 13.636.363,64 = Rp 1.363.636,36 10% x 13.636.363,64 = Rp 1.363.636,36
Nilai pembayaran termasuk pajak Nilai pembayaran termasuk pajak
Rp 15.000.000 + 1.363.636,36 = Rp 16.363.636,36 Rp 13.636.363,64 + 1.363.636,36 = Rp 15.000.000

Atau

DPP untuk pembelian keramik Dalam hal harga belum termasuk PPN

 

(Lihat Lampiran KMK Nomor 563/KMK.03/2003)

Rp 15.000.000
PPN
10% x 15.000.000 = Rp 1.500.000
Nilai pembayaran termasuk pajak
Rp 15.000.000 + 1.500.000 = Rp 16.500.000
PPh Pasal 21 (untuk tukang yang belum berkeluarga) PPh Pasal 21 (untuk tukang yang belum berkeluarga) Lihat lampiran PER-31/PJ/2012
30 hari x Rp 75.000 = Rp 2.250.000 30 hari x Rp 75.000 = Rp 2.250.000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) = Rp 1.320.000 Penghasilan Neto Setahun = Rp 2.250.000 x 12 = Rp 27.000.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp 930.000 Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) = Rp 24.300.000
PPh Pasal 21 Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp 2.700.000
5% x Rp 930.000 = Rp 46.500 PPh Pasal 21 Setahun
Upah yang dibayarkan kepada tukang setelah dikurangi pajak 5% x Rp 2.700.000 = Rp 135.000
Rp 2.250.000 – Rp 46.500 = Rp 2.203.500 PPh Pasal 21 Sebulan
Rp 135.000 : 12 = Rp 11.250
Upah yang dibayarkan kepada tukang setelah dikurangi pajak
Rp 2.250.000 – Rp 11.250 = Rp 2.238.750
PPh Pasal 21 (untuk tukang yang sudah berkeluarga dengan satu anak) PPh Pasal 21 (untuk tukang yang sudah berkeluarga dengan satu anak) Lihat lampiran PER-31/PJ/2012
30 hari x Rp 75.000 = Rp 2.250.000 30 hari x Rp 75.000 = Rp 2.250.000
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) = Rp 6.075.000 Penghasilan Neto Setahun = Rp 2.250.000 x 12 = Rp 27.000.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp Nihil Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) = Rp 28.350.000
Upah yang dibayarkan kepada tukang setelah dikurangi pajak Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp Nihil
Rp 2.250.000 – Rp 0 = Rp 2.250.000 Upah yang dibayarkan kepada tukang setelah dikurangi pajak
Rp 2.250.000 – Rp 0 = Rp 2.250.000

Semoga dengan keterangan di atas bisa menghilangkan keraguan karena adanya perbedaan petunjuk teknis dengan arahan dari Kantor Pelayanan Pajak. Saya juga berharap ada revisi Buku Petunjuk Teknis BOS SMA dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan ketentuan perpajakan.

Pos ini dipublikasikan di Belajar Pajak dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s